Jumat, 25 Oktober 2013

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar Bab 1, 2 dan 3

Bab 1 Ilmu Sosial Dasar Sebagai Salah Satu Mata Kuliah Dasar Umum
Pengertian Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah social, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang bersala dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah, ekonomi, geografi social, sosiologi, antropologi, psykologi social.

Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pegertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala social agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah agar mahasiswa :
  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan social dan masalah social yang ada dalam masyarakat
  • Peka dan tanggap terhadap masalah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha mengaulanginya
  • Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya meperlajarinya secara kritis-interdisipliner
  • Memahami jalan pikiran para ahli di bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan  mereka dalam penanggulangan masalah social dalan masyarakat
Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunya perbedaan dan persamaan antara lain sebagai berikut:
Persamaan antara keduanya adalah:
  • Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan progam pendidikan/pengajaran
  • Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
  • Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan social dan masalah social
Perbedaan antara keduanya adalah:
  • Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
  •  Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
  • Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentuk sikap kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual
Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
     
Materi Ilmu Sosial Dasar Terdiri atas masalah-masalah social, Sehingga bahan pelajaran Ilmu Sosia Dasar di bedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
  1. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu. Kenyataan social ini sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social karena adanya perbedaan latar belakang sudut pandang.
  2. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Sebagai contoh misal konsep “Keanekaragaman” dan “Kesatuan Sosial” dapat disadari bahwa masyarakat selalu terdapat persamaan dan perbedaan pola pikir dan kepentingan. Perbedaan inilah yang menimbulkan konflik.
  3. Masalah-masalah social yang timbul di masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social antara satu dengan lainnya saling berikatan.
Perkuliahan Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 pokok bahasan, dalam pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup ilmu social dasar  diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
  1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan masyarakat dan budaya
  2.  Masalah individu, keluarga dan masyarakat
  3. Masalah pemuda dan sosialisasi
  4. Masalah hubungan antara warga negara dan Negara
  5. Masalah pelapisan sosual dan kesamaan derajat
  6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
  7. Masalah pertentangan social dan integrasi
  8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat


Bab 2 Penduduk Masyarakat Dan Kebudayaan
 
        Pertumbuahan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi daerah atau Negara bahkan dunia.
    Misal: Bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.

Penambahan/pertambahan penduduk di suatu darah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh factor-faktor demografi sebagai berikut :
  • Kematian (Mortalitas)
  • Kelahiran (Fertilitas)
  • Migrasi
Kematian dibedakan menjadi 2, yaitu:
  • Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian Kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
  • Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian khusus dipengaruhi oleh beberapa factor-factor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati dari pada laki-laki umur 25 tahun. Seorang laki-laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati dari pada istri yang berada di rumah.
Karena perbedaan resiko kematian, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate). Dengan tingkat ini menunjukan hasil yang lebih telitit.

Kelahiran Hidup (Fertilitas)
Pengukuran fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
  • Sulit memperoleh angka kelahiran  kerena banyak bayi-bayi yang meninggal saat kelahiran tidak di catat dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati
  • Wanita berkemungkinan melahirkan seorang anak
  •  Makin tua umur wanita tdak berkmungkinan mempunyai anak makin menurun
  • Pengukuran Fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan
Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang di namai migrasi.  Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas dari pada migrasi, sebab mobilitas mencakup perpindahan territorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsure waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan mereka yang pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut melakukan mobilitias sirkuler.

Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari piramida penduduknya. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa dan oran tua pada wilayah yang bersangkutan.

Keadaan struktur penduduk akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda pula. Ada 3 jenis struktur penduduk :
  • Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar dari pada jumlah kematian. Dan biasanya ini di jumpai oleh Negara-negara berkembang. Seperti : India, Brazilia, Indonesia.
  • Piramida Stationer
Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap. Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Dan biasanya pula piramida ini bertunjuk kepada Negara-negara maju, Seperti : Swedia, Belanda, Skandinavia
  • Piramida Penduduk Tua
Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin laki-laki besar. Maka suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang betuk piramida seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia, Perancis.



Bab 3 Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Pengertian Individu

      Individu berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”. Jadi individu adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa. Yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas. Yaitu sebagai manusia perorangan. Dengan demikian sering disebut “orang-seorang” atau “manusia perorangan”.

Pengertian Pertumbuhan

      Walaupun terdapat perbedaan pendapat para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.
Untuk selanjutnya timbul beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagi aliran yaitu asosiasi, aliran psichologi Gestalt dan aliran sosiologi.
  • Aliran Asosiasi
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi, pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada dasarnya proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan sesorang secara tahap demi tahap kerena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indra yang menimbulkan sensation maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
  • Aliran Psikologis Gestalt
Menurut para ahli ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferenisasi. Jadi pada dasarnya pertumbuhan itu adalah peruses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkunan yang ada.
  • Aliran Sosiologi
Pengikut aliran ini menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mulu-mula yang asocial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat di golongkan kedalam tiga golongan, yaitu :

     a.          Pendirian Nativistik 
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir.Mereka menunjukan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya.

     b.         Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali jadi, lebih jaih menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lengkunganlah yang banyak berbicara.

     c.         Pendirian konvergensi dan Interaksionisme
Para ahli menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.

Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi

      Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut
a.          Masa vital yaitu dari 0.0 sampai 2.0 tahun
b.         Masa estetik yaitu dari umur 2.0 sampai 7.0 tahun
c.          Masa intelektual yaitu dari umur 7.0 sampai 13.0 tahun atau 14.0 tahun
d.         Masa social,  umur 13.0 tahun atau 14.0 sampai dengan 20.0 atau 21.0 tahun

Keluarga dan Fungsi-Fungsinya

Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Fungsi keluarga adalah pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

Macam- macam fungsi keluarga adalah perkerjaan-perkerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat di golonglongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu :
a.         Fungsi Biologis
b.         Fungsi Pemeliharaan
c.         Fungsi Ekonomi
d.         Fungsi Keagamaan
e.         Fungsi Sosial

Pengertian Individu, Keluarga dan Masyarakat


      Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi. Kata indvidu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata invidu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

Menurut Sigmund Freud Keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bwahwa perkawinan menurut beliau adalah berdasarkan pada libido seksualis. Dengan demikian keluarga merupakan manifestasi dari pada dorongan seksual sehingga landasan itu ada kehidupan suami istri.

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama diataati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan social dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.

Urbanisasi dan Urbanisme

       Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negative terutama dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibangdingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa factor kebanyaka penduduk merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang.
Proses urbanisasi bisa terjadi mabat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat. Ada 2 aspek tersebut yaitu :
  1.  Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota
  2.  Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mangalirnya penduduk yang berasal dari desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota)
Sehubungan dengan aspek tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah :
  1. Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerinthana atau menjadi ibu kota
  2. Tempat tersebut letaknya strategi untuk usaha perdagangan/perniagaan
  3. Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksi barang-barang maupun jasa-jasa

Nama       : Rizal Ramadani
NPM         : 27113877
Kelas        : 1KB05
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar


Jumat, 11 Oktober 2013

Peran Keluarga Dalam Pembentukan Individu Dalam Peranan Sebagai Anggota Masyarakat

Pengertian Individu
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pertumbuhan Individu
Terdapat tiga aliran konsep pertumbuhan yaitu:
  • Aliran asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan senssation maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan reflexions.
  • Aliran psikologi gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
  • Aliran sosiologi: pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan social kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
  • Pendirian Nativistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
  • Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik yaitu Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
  • Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme yaitu Interaksi antara dasar dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu. 
Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
1. Masa vital, yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun
       Pada masa vital ini individu menggunakan funsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Frued, tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatandan ketidaknikmatan.
2. Masa estetik, yaitu dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
       Masa estetik disebut sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi panca indera. Dalam masa ini pula munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3 sampai 5 tahun.
3. Masa intelektual, dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
         Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa-masa sebelum dan sesudahnya.
4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun
     Masa sosial atau remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya. Peranan manusia dewasa harus hidup dalam alam kultur dan harus dapat menempatkan dirinya, diantara nilai-nilai itu maka perlu mengenal dirinya sebagai pendukung maupun pelaksana nilai-nilai tersebut. Untuk itulah maka ia harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri , meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi dewasa.
Keluarga dan Fungsinya di Dalam Kehidupan Manusia

          Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahrikan individu dengan berbgai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana di dunia ini. Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga.
Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengikatt suami dan istri adalah perkawinan, yang mempersatukan orang tua dan anak-anak adalah hubungan darah (umumnya) dan kadang-karang adopsi.
para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk sautu rumah tangga (household), kadang-kadang satu rumah tangga itu hanya terdiri dari suami istri tanpa anak-anak, atau dengan satu atau dua anak saja.
Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan.
Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.

          Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan ditambah dengan anak-anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah, dalam antropologi disebut keluarga inti.. satu keluarga ini dapat juga terwujud menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik yang kerabat maupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama-sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.

         Dalam keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan itu biasanya disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu. Macam-macam fungsi keluarga adalah :
  • Fungsi Biologis
Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tantang kehidupan sex bagi suami istri, pengetahuan mengatur rumah tangga bagi sang istri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain.
Dengan persiapan seperti ini dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat.
  • Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut :
Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
Gangguan penyakit dengan menyediakan obat-obatan
Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar, tembok, dll
  • Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyediakan kebutuhan yang pokok, yaitu :
Kebutuhan makan dan minum
Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
Kebutuhan tempat tinggal
  • Fungsi Keagamaan
Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa yag disebut sosialisasi. Dalam fungsi ini juga harus ada pewarisan kebudayaan dan nilai-nilainya, misalnya : sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.


Argumen
Keluarga adalah sekelompok sebagian kecil dari masyarakat yang memiliki peran saling membutuhkan satu sama lain karena manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. dalam pembentukan individu, keluarga adalah langkah awal dan sangat penting dalam pembentukan tersebut. 

Sumber


Nama       : Rizal Ramadani
NPM         : 27113877
Kelas        : 1KB05
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar




Pages